Ketua DPRD Blora Mustopa Hadiri Haflah Akhirussanah di Todanan

BloraAktual, Blora Jateng - Di Dukuh Genengan, Desa Ketileng, Todanan, Blora gelar Agenda tahunan yang menjadi penanda berakhirnya proses belajar para santri selama satu tahun terakhir, Lantunan doa dalam mengiringi Haflah Akhirussanah Madrasah Nurul Ulum, pada, Sabtu (31/1/2026).

Sebanyak 150 siswa madrasah duduk rapi, didampingi para guru dan wali murid dalam acara. Di tengah kebersamaan itu, Ketua DPRD Kabupaten Blora, Mustopa, turut hadir dan menyapa warga dengan penuh keakraban. Kehadirannya menjadi penyemangat tersendiri bagi keluarga besar Madrasah Nurul Ulum.

Dalam sambutannya, Mustopa mengungkapkan rasa syukur karena dapat hadir langsung di Desa Ketileng. Ia mengapresiasi konsistensi madrasah yang setiap tahun istiqomah menggelar Haflah Akhirussanah sebagai ruang syukur sekaligus refleksi pendidikan.

"Alhamdulillah sore hari ini kita semua bisa hadir di Dukuh Genengan, Desa Ketileng. Mudah-mudahan acara yang setiap tahun dilaksanakan ini bisa terus istiqomah,” jelasnya.

Tak hanya soal seremoni, Mustopa juga menaruh harapan besar pada keberadaan sarana pendidikan yang dimiliki Madrasah Nurul Ulum. Dengan empat gedung Madrasah Diniyah yang telah berdiri, ia berharap bangunan tersebut benar-benar dimanfaatkan secara optimal untuk kegiatan pendidikan.

“Harapan saya, gedung ini bisa dimanfaatkan dengan baik. Empat gedung Madin Nurul Ulum ini harus digunakan untuk tempat pendidikan dan semoga membawa keberkahan,” tuturnya.

Lebih jauh, Mustopa berharap Madrasah Nurul Ulum terus berkembang. Ia membayangkan madrasah di Ketileng tak hanya memiliki bangunan yang megah, tetapi juga dipenuhi murid-murid yang antusias menuntut ilmu. Menurutnya, kunci dari semua itu terletak pada sinergi antara guru dan siswa.

“Semoga madrasah di Ketileng ini muridnya semakin banyak. Guru dan murid harus saling bersinergi agar pendidikan berjalan dengan baik,” tambahnya.

Haflah Akhirussanah Madrasah Nurul Ulum pun menjadi lebih dari sekadar acara penutup tahun ajaran. Ia menjelma sebagai ruang harapan, tentang pendidikan yang tumbuh dari desa, tentang ikhtiar mencetak generasi berakhlak, dan tentang keberkahan yang diharapkan terus mengalir dari Madrasah Nurul Ulum Ketileng.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.