Dugaan Adanya Perundungan Siswa Di SMP N 1 Blora, Dinas Pendidikan Langsung Telusuri

BloraAktual, Blora Jateng - Dugaan adanya Perundungan Siswa di SMP Negeri 1 di Kabupaten Blora Jawa Tengah, Dinas pendidikan kabupaten setempat bergerak cepat menelusuri dugaan perundungan terhadap seorang siswa kelas IX di sekolah tersebut.

Kepala SMP Negeri 1 Blora Ainur Rofiqndi Blora, Kamis, menjelaskan sekolah telah menangani sehari setelah kejadian dengan terlebih dahulu memprioritaskan kondisi korban.

"Karena kejadiannya hari Jumat (7/8), kemudian hari Sabtu (8/8) kami fokus pada anaknya dahulu. Anak tersebut diperiksa di DKT dan kemudian diantarkan ke rumah," jelasnya.

Pada Senin (10/8), kata dia, sekolah lanjut mengumpulkan siswa yang terlibat untuk dimintai keterangan.

Guru bimbingan dan konseling (BK), lanjut dia, juga melakukan klarifikasi untuk mengetahui rangkaian kejadian secara lebih utuh.

Ia menyampaikan pihak sekolah sempat merencanakan pertemuan antara pihak-pihak yang terlibat untuk mediasi, namun gagal setelah korban memilih melaporkan kasus itu ke Polres Blora.

Ainur mengaku sudah mendatangi rumah korban untuk mendapatkan keterangan dari pihak keluarga.

"Kami ingin mendapatkan informasi secara utuh dari kedua belah pihak," katanya.

Ia menyebut sekitar empat siswa dilaporkan sebagai terduga pelaku dalam rangkaian kejadian tersebut.

Ia menegaskan informasi mengenai dugaan korban sebelumnya melakukan tindakan jahil kepada teman-temannya tetap harus diklarifikasi dan tidak dapat dijadikan pembenaran atas dugaan kekerasan.

"Kami harus melihat persoalan ini secara berimbang, ada sebab dan akibat, ada aksi dan reaksi," ungkapnya.

Lebih lanjut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora Sunaryo mengatakan telah mendatangi SMPN 1 Blora dan meminta sekolah melakukan pendekatan kepada kedua belah pihak yang terlibat.

"Kami minta dilakukan pendekatan kedua belah pihak, baik orang tua korban maupun pelaku, untuk diselesaikan secara kekeluargaan," terangnya.

Ia menambahkan telah menerima bukti laporan kasus tersebut ke Polres Blora dan akan terus memantau perkembangan penanganannya.

Sementara Sejumlah siswa yang diduga terlibat juga telah dimintai keterangan.yang beberapa di antaranya mengakui adanya tindakan pemukulan dan penendangan.

Meski demikian, Sunaryo menegaskan penyebab dan kronologi kejadian masih harus ditelusuri secara menyeluruh.

"Penanganan anak juga harus hati-hati, jangan sampai menimbulkan trauma kepada anak sendiri," tuturnya.

Ia berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan secara kekeluargaan dan tidak mengganggu proses belajar mengajar.

Sementara Kasat Reskrim Polres Blora AKP Zaenul Arifin saat dikonfirmasi membenarkan telah menerima laporan dugaan perundungan di SMP Negeri 1 Blora.

“Iya, ada laporan kemarin. Ini baru proses penyelidikan,” jelasnya.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.