KSP Turun Gunung Cek Pembangunan Pasar Ngawen Blora Yang Sempat Mengalami Keterlambatan
BloraAktual, Blora Jateng - Mengalami keterlambatan dari target penyelesaian Kantor Staf Presiden (KSP) lakukan verifikasi lapangan terkait progres pembangunan Pasar Ngawen, Kabupaten Blora, pada, Kamis, (17/9/2026).
Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV KSP, Armindo Soares, didampingi Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini, berkeliling mengecek progres pembangunan, dan kualitas mutu.
Diketahui, progres pembangunan Pasar Ngawen saat ini masih di angka 98 persen.
Armindo Soares mengatakan pihaknya datang ke lokasi setelah mendapatkan informasi mengenai keterlambatan pembangunan pasar tersebut.
"Jadi hari ini kami dari kantor staf presiden, seperti biasa melakukan verifikasi lapangan. Kami datang ke sini karena ada info yang kami dapat terkait dengan keterlambatan progres dari pasar itu sendiri," kata Armindo.
Armindo menyebut saat dilakukan pengecekan, proyek tersebut telah mengalami keterlambatan sekitar 30 hari lebih. Padahal, Pasar Ngawen menjadi salah satu fasilitas yang dinantikan masyarakat, khususnya para pedagang yang hingga kini masih berjualan di lokasi relokasi.
"Jangan sampai kita menghambat rezeki orang dengan terlambat kita membangun pasar untuk mereka," ucapnya.
Dari hasil pengecekan, KSP menemukan sejumlah bagian pekerjaan yang masih perlu diperbaiki sebelum pasar digunakan, salah satunya berkaitan dengan pengecatan bangunan. Armindo menilai terdapat bagian yang belum memenuhi spesifikasi pekerjaan.
"Terutama cat, menurut kami mesti diperbaiki lagi karena ada beberapa yang kelihatannya itu masih harusnya speknya tiga lapis, mungkin baru dua lapis," jelasnya.
Selain pengecatan, KSP juga menyoroti kebersihan dan sistem drainase, khususnya di area basah yang nantinya banyak digunakan untuk aktivitas perdagangan.
Menurut Armindo, drainase harus benar-benar diperhatikan agar kondisi pasar tidak terlihat kumuh ketika sudah mulai digunakan.
"Pembersihan itu perlu terutama di area-area basah tadi. Untuk drainasenya harus betul-betul diperhatikan supaya ketika dipakai tidak terkesan kumuh," katanya.
Armindo mengatakan persoalan tersebut sudah masuk dalam catatan tim teknis dan diharapkan segera diperbaiki.
"Itu sudah masuk dalam tim teknis, itu biar nanti diperbaiki. Teman-teman masih punya waktu satu minggu," ujarnya.
Meski masih terdapat sejumlah pekerjaan yang harus diselesaikan, disepakati Pasar Ngawen ditargetkan mulai dapat digunakan pedagang pada 27 September 2026.
Armindo mengatakan penggunaan pasar nantinya dapat dilakukan secara bertahap sembari menyelesaikan pekerjaan yang masih tersisa.
"Tadi dalam rapat kita sepakati 27 September 2026 sudah bisa operasional. Walaupun belum tentu 100 persen sempurna, tetapi mulai masuk bertahap," tegasnya.
Menurutnya, pengoperasian secara bertahap penting agar aktivitas ekonomi di Pasar Ngawen dapat kembali berjalan.
Armindo juga membuka ruang bagi masyarakat maupun pihak lain untuk menyampaikan informasi apabila masih menemukan persoalan dalam pembangunan pasar tersebut.
"Kami hanya menjalankan tugas untuk kami cek apakah sesuai tepat waktu, mutunya seperti apa, dan bisa berguna untuk masyarakat," jelasnya.
Lebih lanjut, terkait keterlambatan penyelesaian pembangunan, Armindo mengatakan terdapat konsekuensi sesuai ketentuan kontrak pekerjaan.
"Apabila terlambat itu adalah denda. Teman-teman PU kita apresiasi, mereka sudah menjalankan itu sesuai prosedur," katanya.
Lantaran mengalami molor dalam penyelesaian pengerjaan, diketahui kontraktor PT Joglo Multi Ayu dikenakan denda Rp27 juta per hari.
Menurut Armindo, akumulasi denda yang harus ditanggung kontraktor saat ini bahkan sudah mendekati Rp1 miliar.
"Dan dendanya sudah mau Rp1 miliar itu," ujarnya.
Pihaknya mengatakan nilai denda tersebut cukup besar jika dibandingkan dengan nilai proyek pembangunan Pasar Ngawen yang mencapai sekitar Rp30 miliar.
"Kalau ukuran proyek dengan nilai Rp30 miliar, kalau denda Rp1 miliar sudah ibarat hitung-hitung sudah tidak untung. Kalau hitungan saya sudah tidak untung," kata Armindo.
Proyek pembangunan Pasar Ngawen, Kabupaten Blora, yang mengalami molor dari target itu dikerjakan oleh kontraktor dari PT Joglo Multi Ayu.
Sebelumnya, proyek pembangunan Pasar Ngawen senilai sekitar Rp30 miliar tersebut ditargetkan selesai pada 14 Juli 2026. Kontraktor kemudian mendapatkan tambahan waktu hingga 13 Agustus 2026.
Namun, hingga batas waktu tambahan tersebut berakhir, pekerjaan belum sepenuhnya selesai sehingga mulai 14 Agustus 2026 kontraktor dikenakan denda keterlambatan.
Pasar Ngawen sendiri merupakan proyek pembangunan kembali setelah pasar tersebut terbakar pada Januari 2024.
Selama pembangunan berlangsung, para pedagang masih menempati lokasi relokasi.
Molornya pembangunan membuat pedagang harus lebih lama berjualan di lokasi sementara tersebut.






















Tidak ada komentar