Sebanyak 46 Peserta Ikuti UKT Karate Do di Todanan Blora
BloraAktual, Blora Jateng – Lemkari Karate Do Indonesia Ranting Todanan menggelar Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) di Aula Indoor SMP Negeri 1 Todanan, Blora, pada, minggu, (27/9/2026)
Sebanyak 46 peserta mengikuti tahapan kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan sekaligus peningkatan kemampuan para karateka, baik dari aspek teknik maupun kedisiplinan.
Dari 46 peserta yang mengikuti UKT, sebanyak 29 peserta merupakan pemegang sabuk putih, sembilan sabuk kuning, dua sabuk oranye, dua sabuk biru muda, satu sabuk biru tua, dan tiga sabuk ungu.
Pelaksanaan ujian melibatkan Pengawas dan Penguji Lemkari Karate Do Indonesia Provinsi Jawa Tengah serta Pengurus Cabang Lemkari Karate Do Indonesia Kabupaten Blora.
Ketua Cabang Lemkari Karate Do Indonesia Kabupaten Blora, Sensei Catur Krida Setiawan, mengatakan kegiatan UKT tidak hanya bertujuan menentukan kenaikan tingkat sabuk, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter dan pengembangan potensi anak.
“Yang paling utama adalah masa depan kalian. Ya, contohnya saya sendiri, saya bisa jadi polisi karena karate,” beber Catur saat memberikan motivasi kepada para peserta.
Menurut Catur, kemampuan karate yang diasah sejak usia dini dapat menjadi salah satu bekal bagi anak untuk mengembangkan prestasi dan kepercayaan dirinya.
Ia juga mendorong para karateka untuk tidak berhenti berlatih setelah mengikuti UKT. Menurutnya, pengalaman mengikuti berbagai kejuaraan dapat menjadi bagian dari proses pengembangan kemampuan sekaligus prestasi.
“Silakan ikut kejuaraan. Besok bulan Desember juga ada kejuaraan. Dari situ kemampuan kalian bisa terus berkembang dan prestasi juga bisa menjadi tambahan nilai ketika masuk sekolah,” ungkapnya.
Catur menambahkan, para atlet juga diharapkan memiliki target yang lebih tinggi dalam perjalanan karatenya, termasuk mengembangkan kemampuan di nomor Kata maupun Kumite.
“Ke depan saya berharap anak-anak tidak hanya latihan untuk kenaikan sabuk, tetapi juga berani mengikuti pertandingan dan mengasah kemampuan, baik di Kata maupun Kumite,” harapnya.
Sementara itu, Sensei Roni Purnomo selaku Pengawas dan Penguji UKT menekankan bahwa ujian kenaikan tingkat merupakan bagian penting dalam proses pembinaan karateka.
Menurut Roni, kenaikan sabuk bukan sekadar perubahan warna sabuk, tetapi harus diikuti peningkatan kemampuan teknik, kedisiplinan, sikap, serta pemahaman terhadap nilai-nilai karate.
“Setiap tingkatan memiliki proses dan tanggung jawab. Karena itu, peserta harus mengikuti latihan dengan disiplin dan terus memperbaiki kemampuan,” ujar Roni.
Ia berharap para peserta menjadikan UKT sebagai motivasi untuk terus berlatih dan tidak cepat puas setelah memperoleh kenaikan tingkat.
“Karate bukan hanya tentang kemampuan bertanding, tetapi juga membentuk mental, disiplin, sportivitas dan karakter. Itu yang harus terus dijaga dalam proses pembinaan,” pungkasnya.






















Tidak ada komentar