Jadi Daerah Ramah Investasi, Kabupaten Blora Buka Pintu Bagi Para Penanam Saham
BloraAktual, Blora Jateng - Kabupaten Blora siap membuka pintu bagi para penanam saham. Hal tersebut di ungkapan dalam kegiatan “Ngopi Bareng Forkopimda” dengan mengusung tema Blora Ramah Investasi yang digelar di Aula Mapolres Blora, pada, Selasa, (26/5/2026).
Hadir dalam acara Forkopimda, DPRD, OPD, LSM, wartawan, hingga organisasi kemasyarakatan.
Bupati Blora, Arief Rohman menyampaikan, investasi merupakan pondasi awal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
“Daerah bisa maju tergantung ada investasi atau tidak. Kalau investasi masuk, ekonomi akan bergerak dan lapangan kerja terbuka. Karena itu investor harus dipermudah, jangan dipersulit,” jelasnya.
Bupati Arief, Pemkab Kabupaten Blora terus berkomitmen memberikan kemudahan dengan melalui sistem perizinan satu pintu agar para investor merasa nyaman menanamkan modal di Blora.
Ia juga menegaskan pentingnya kepastian hukum dan perlindungan terhadap para investor. Seluruh elemen masyarakat diminta menjaga stabilitas daerah agar investasi yang sudah masuk tidak berpindah ke daerah lain.
“Investor harus diberikan rasa aman dan kepastian hukum. Kita harus mengantisipasi berbagai gangguan agar mereka tetap percaya berinvestasi di Blora,” tuturnya.
Serius mendukung investasi, Pemkab Blora mengusulkan dua kawasan industri baru ke Kementerian Kehutanan. Kawasan pertama berada di wilayah Cabak seluas sekitar 1.500 hektare, sedangkan kawasan kedua berada di area KHDTK UGM yang dekat akses Tol Ngawi dengan luas sekitar 1.000 hektare.
Lebih lanjut, sejumlah investasi mulai berdatangan ke Blora, mulai sektor migas, industri kalsium karbonat hingga pendidikan. Salah satunya adalah hadirnya Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di Kabupaten Blora.
“UNY kami hadirkan karena diyakini bisa mendorong pembangunan fasilitas olahraga dan pengembangan SDM, apalagi membuka jurusan olahraga,” katanya.
Bupati Arief, berharap seluruh elemen masyarakat tetap kompak menjaga stabilitas daerah agar pertumbuhan ekonomi meningkat dan angka pengangguran bisa ditekan.
“Kalau kita kompak, ekonomi Blora akan tumbuh dan masyarakat tidak perlu lagi mencari pekerjaan jauh ke luar daerah,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolres Blora Wawan Andi Susanto menilai Blora memiliki potensi besar berkembang seperti daerah lain yang sukses membangun kawasan industri.
Menurutnya, keberhasilan daerah seperti Rembang dan Grobogan menghadirkan investasi harus menjadi motivasi bagi Blora untuk bergerak lebih maju.
“Semua bermuara pada kesejahteraan masyarakat. Jangan sampai warga Blora terus bekerja ke luar daerah karena minimnya industri di sini,” terangnya.
Kapolres juga mengusulkan pembentukan tim terpadu lintas sektor guna mematangkan langkah strategis mendukung investasi dan pengembangan kawasan industri di Kabupaten Blora.
Di sisi lain, Wakil Ketua DPRD Blora Siswanto, memastikan DPRD siap mendukung penuh regulasi yang mempermudah investasi tanpa melanggar aturan.
Menurutnya, pemberian insentif pajak dan retribusi bagi investor bisa menjadi opsi untuk menarik minat investasi masuk ke Blora.
“Kemudahan investasi, termasuk insentif pajak dan retribusi, bisa kita kaji bersama agar investor tertarik masuk ke Blora,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut ditutup dengan penandatanganan Komitmen Blora Ramah Investasi oleh Forkopimda, OPD, DPRD, media, ormas, dan seluruh peserta. *






















Tidak ada komentar